Mengapa mediasi dijadikan pilihan efektif dalam menghadapi sengketa?

16 Juni 2019

Mediasi adalah pendekatan yang berlandaskan nilai-nilai yang meliputi kesukarelaan, imparsialitas, menjamin partisipasi seluruh para pihak yang berkepentingan, dan menjunjung semangat kerjasama, atau bekerjasama mencari titik temu kepentingan para pihak. Pendekatan ini memungkinkan para pihak yang bersengketa untuk difasilitasi merumuskan pemecahan masalah yang akan dituangkan pada kesepakatan yang saling menguntungkan.

Mediasi dilakukan untuk meraih “jalan keluar menang-menang” (win-win solution) dimana upaya dilakukan untuk mendapatkan titik temu kepentingan dan kebutuhan para pihak agar dapat difasilitasi menuju kesepakatan yang dapat diterima untuk dilaksanakan oleh para pihak. Pendekatan ini berbeda dengan pendekatan konfrontatif, seperti litigasi, yang bertujuan untuk mendapatkan kedudukan menang-kalah, atau kedudukan zero-sum, di mana kemenangan atau keuntungan satu pihak akan bermakna kekalahan bagi pihak lainnya. Di sini waktu dan tenaga dihabiskan untuk mencari kelemahan dan kesalahan pihak lain.

Secara historis, mediasi sebetulnya telah berakar panjang di kehidupan masyarakat Indonesia dengan tradisi musyawarah untuk mufakat. Bahkan pemerintah merekomendasikan mediasi sebagai cara penyelesaian sengketa secara damai yang tepat dan efektif serta membuka akses yang lebih luas kepada para pihak untuk memperoleh penyelesaian yang memuaskan serta berkeadilan, seperti telah diatur oleh Peraturan Mahkamah Agung No. 1 Tahun 2016.