Selayang Pandang

Sejarah CRU

Conflict Resolution Unit (CRU) merupakan prakarsa Kamar Dagang dan Industri (KADIN) untuk mendukung upaya mediasi konflik lahan dan sumber daya alam di Indonesia. Dalam menjalankan misinya tersebut, CRU diinkubasi melalui IBCSD, sebuah perkumpulan pelaku usaha anggota KADIN guna mendukung pembangunan berkelanjutan dari berbagai sektor.

CRU didirikan untuk meningkatkan kepercayaan publik bahwa mediasi merupakan alternatif yang efektif dan tepatguna untuk menyelesaikan konflik lahan dan pengelolaan sumber daya alam di Indonesia. Untuk ini, CRU menyediakan berbagai dukungan dalam proses mediasi agar proses berjalan sesuai dengan praktik terbaik seperti pengembangan sistem rujukan nasional untuk mediator konflik lahan dan sumber daya alam, peningkatan kapasitas melalui pelatihan dan pengembangan kemampuan bagi mediator, pelaku usaha, lembaga swadaya masyarakat (LSM), instansi pemerintah dan mitra strategis lainnya, serta dukungan pada berbagai penelitian terkait konflik lahan. Inisiasi ini juga merupakan komitmen KADIN dalam mendorong praktik usaha yang berkelanjutan yang didukung penuh oleh Unit Perubahan Iklim Kerajaan Inggris (UKCCU).

Kami Membangun Kepercayaan Publik Akan Mediasi Konflik Lahan dan Pengelolaan Sumber daya Alam di Indonesia

Conflict Resolution Unit (CRU) dibentuk untuk memberikan layanan pendukung mediasi konflik lahan dan pengelolaan sumber daya alam. Kehadiran CRU ditujukan untuk meningkatkan kepercayaan publik bahwa mediasi adalah alternatif yang lebih efektif untuk menyelesaikan konflik lahan dan pengelolaan sumber daya alam di Indonesia. Walaupun CRU tidak secara langsung melakukan mediasi konflik, CRU menyediakan berbagai layanan untuk mendukung proses mediasi agar dapat dilaksanakan sesuai praktik terbaik. Layanan ini termasuk memberikan asesmen awal, menyediakan bantuan bagi fasilitasi penyelesaian dan mediasi konflik, dan memonitor implementasi kesepakatan para pemangku kepentingan. CRU juga menyusun Daftar Nasional Asesor dan Mediator, menyelenggarakan pelatihan dan loka karya, dan melakukan berbagai penelitian untuk meningkatkan pemahaman akan konflik lahan dan pengelolaan sumber daya alam di Indonesia.