Konflik pengelolaan lahan dan kekayaan alam di Indonesia bukanlah persoalan baru. Namun, dinamika yang berkembang dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa jumlah, sebaran, dan kompleksitas konflik semakin meningkat. Persoalan batas kawasan hutan, tumpang tindih perizinan, klaim masyarakat adat, ekspansi industri ekstraktif, hingga kebutuhan ruang hidup masyarakat yang terus bertambah menghadirkan […]
Read More
Di banyak desa yang jauh dari ibu kota negara, konflik lahan bisa berlangsung bertahun-tahun. Masyarakat kehilangan kepastian atas ruang hidupnya, investasi tertahan, pelayanan publik terganggu, dan pemerintah daerah harus menghadapi dampak sosial yang terus membesar. Sementara itu, laporan dan pengaduan sering kali harus menempuh jalur panjang menuju kementerian di Jakarta—ratusan […]
Read More
Tidak sedikit penanganan konflik agraria berhenti tepat ketika sebuah kesepakatan damai ditandatangani. Foto bersama diambil, jabat tangan dilakukan, lalu semua pihak pulang dengan keyakinan bahwa konflik telah selesai. Padahal, dalam banyak kasus, justru setelah kesepakatan tercapai, pekerjaan paling menentukan baru dimulai. Kesepakatan damai sesungguhnya bukan garis akhir. Ia adalah titik […]
Read More
Konflik agraria di Indonesia sering dipahami secara sederhana sebagai sengketa lahan antara masyarakat dan perusahaan atau negara. Dalam pemberitaan populer, konflik ini biasanya terlihat sebagai peristiwa lokal: Aksi protes warga, klaim tumpang tindih sertifikat, atau bentrokan di lapangan. Cara pandang ini tidak sepenuhnya keliru, tetapi cenderung menangkap konflik sebagai gejala […]
Read More
Di banyak ruang konflik, lembaga penyelenggara penanganan konflik dan lembaga mediasi dikenal sebagai penengah yang netral, imparsial, dan independen. Nilai-nilai ini bukan sekadar jargon, melainkan fondasi yang menjaga kepercayaan para pihak. Namun, di tengah dunia yang berubah cepat dan penuh ketidakpastian, satu pertanyaan penting muncul: apakah menjadi penengah saja masih […]
Read More
Mengapa pendanaan independen penting bagi efektivitas penyelesaian konflik di tingkat tapak. Konflik lahan dan kekayaan alam terus muncul di berbagai daerah di Indonesia. Dampak negatifnya tidak hanya dirasakan masyarakat yang kehilangan akses dan ruang hidup, tetapi juga merambat ke dunia usaha dan pemerintah. Biaya konflik—mulai dari kerugian langsung, kerusakan aset, […]
Read More
Konflik lahan dan kekayaan alam di Indonesia merupakan persoalan struktural yang terus berulang, dengan dampak luas terhadap kehidupan masyarakat, terutama komunitas adat dan petani kecil. Persoalan ini tidak semata menyangkut konflik kepemilikan atau batas administratif, tetapi juga menyentuh hak-hak dasar seperti hak atas pangan, lingkungan hidup yang sehat, budaya, identitas, […]
Read More
Konflik lahan dan kekayaan alam terus memanas seiring dengan suhu bumi yang meningkat. Di Indonesia, respons terhadap perubahan iklim masih belum mengakomodasi secara bermakna pentingnya respons terhadap konflik lahan. Padahal respons terhadap perubahan iklim, melalui adaptasi dan mitigasi, terutama pada sektor lahan dan kehutanan, bersumber pada masalah yang sama, yakni […]
Read More
Konflik lahan dan kekayaan alam senantiasa melibatkan berbagai pihak dengan kepentingan yang berbeda-beda. Untuk menyelesaikan konflik ini secara adil dan berkelanjutan, langkah pertama dan terpenting adalah melakukan pengkajian atau asesmen yang inklusif sebagai tindakan afirmatif untuk kelompok rentan dan perempuan. Asesmen ini merupakan inti dari lebih dari separuh pekerjaan dalam […]
Read More
Program transmigrasi di Indonesia, yang dimulai sejak masa kolonial pada 1905 di Gedong Tataan, Lampung terus berlanjut hingga kini. Penyelenggaraan transmigrasi pasca kemerdekaan dimulai pada 12 Desember 1950 ditandai dengan pemberangkatan transmigran dari Kedu Jawa Tengah ke Lampung. Sekarang tanggal 12 Desember tersebut dijadikan Hari Transmigrasi. Meski program ini dilandasi […]
Read More