Bagaimana pengelolaan konflik dapat berkontribusi dalam perbaikan iklim bisnis dan investasi di Indonesia?

16 Juni 2019

Para penanam modal atau investor selalu mempertimbangkan faktor risiko dalam setiap proyeksi keuntungan usaha mereka. Walaupun secara umum, risiko membesar sejalan dengan potensi keuntungan namun jika faktor risiko dinilai terlalu besar, tidak sedikit investor mengalihkan investasinya ke wilayah lain, yang dinilai memiliki tingkat risiko yang lebih kecil. Salah satu faktor risiko tersebut adalah potensi kejadian konflik karena belum ada kepastian status lahan konsesi.

Absennya kepastian lahan bagi investor merupakan hal yang rawan risiko berusaha. Hal ini tentu akan menghambat perkembangan usaha dan pada akhirnya mempengaruhi roda perekonomian. Dari perspektif masyarakat setempat, kepastian lahan diperlukan untuk memastkan manfaat investasi terhadap kehidupan mereka.

Kesadaran untuk mengutamakan pengelolaan konflik sebagai bagian terpadu dari pengelolaan usaha, memungkinkan penyelesaian konflik seperti yang disebutkan di atas untuk lebih efisien dan efektif. Investor pun akan merasa nyaman dalam menjalankan usahanya dan minat berinvestasi akan tumbuh. Hal ini pada akhirnya memberikan pengaruh positif bagi kemudahan berinvestasi dan berbisnis di Indonesia.