Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa di Indonesia nyaris tidak ada kawasan hutan yang bebas dari konflik tenurial. Konflik-konflik itu jarang berawal dari satu penyebab tunggal. Klaim yang bertumpang tindih, batas-batas yang belum jelas, perbedaan kepentingan, hingga akses masyarakat pada lahan dapat saling terkait. Karena itu, pegiat penanganan konflik yang baik […]
Read More
Banyak program pembangunan gagal bukan karena teknologinya lemah, tetapi karena fondasi sosialnya rapuh. Perhutanan sosial, energi terbarukan, restorasi ekosistem, hingga berbagai solusi iklim berbasis alam pada akhirnya bertumpu pada satu syarat mendasar: keamanan tenurial dan hubungan yang adil dengan masyarakat yang hidup di wilayah tersebut. Karena itu, penanganan konflik tenurial […]
Read More
Di banyak proyek berbasis lahan dan sumber daya alam, konflik sering dianggap sebagai konsekuensi yang baru ditangani ketika sudah muncul. Padahal, pengalaman menunjukkan bahwa biaya sosial, ekonomi, dan reputasi akibat konflik hampir selalu jauh lebih besar dibandingkan investasi untuk mencegahnya sejak awal. Dalam konteks inilah Free, Prior and Informed Consent […]
Read More
Konflik lahan dan kekayaan alam di Indonesia merupakan persoalan struktural yang terus berulang, dengan dampak luas terhadap kehidupan masyarakat, terutama komunitas adat dan petani kecil. Persoalan ini tidak semata menyangkut konflik kepemilikan atau batas administratif, tetapi juga menyentuh hak-hak dasar seperti hak atas pangan, lingkungan hidup yang sehat, budaya, identitas, […]
Read More