Merubah Cara Pandang dalam Bernegosiasi

3 November 2017

Menjadi suatu pengetahuan umum bahwa sumber daya manusia menjadi unsur utama dalam keberhasilan suatu organisasi baik dalam bentuk perusahaan maupun komunitas masyarakat. Dalam hal pengelolaan konflik, kapasitas individual khususnya pimpinan menjadi memainkan peran penting terutama dalam membangun kondisi yang kondusif bagi penyelesaian konflik.

Conflict Resolution Unit (CRU) merupakan sebuah unit di bawah Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD), yang berkomitmen untuk mendukung upaya pengelolaan mediasi konflik lahan dan pengelolaan sumber daya alam di Indonesia. Sebagai bagian dari komitmen untuk mendukung praktik bisnis yang berkesinambungan, Conflict Resolution Unit (CRU) bekerja sama dengan Pusat Mediasi Nasional (PMN) menginisiasi pelatihan negosiasi untuk korporasi pada tanggal 31 Oktober – 2 November 2017 di Jakarta.

Pelatihan tersebut diikuti oleh sebanyak 24 manajer perusahaan dari sektor usaha berbasis lahan untuk mendapatkan penguatan kapasitas dalam teknik negosiasi guna mempersiapkan mereka dalam menanggulangi konflik multipihak yang mungkin dihadapi. Pelatihan dibuka oleh Fahmi Shabab Direktur Eksekutif Pusat Mediasi Nasional (PMN) dan Navitri Putri Guillaume, Direktur Program Conflict Resolution Unit (CRU).

Pelatihan yang berlangsung selama 3 hari ini menggunakan metode diskusi yang dikombinasikan dengan metode roleplay sebagai sajian utama. Dengan menggunakan metode roleplay ini, para peserta diajak untuk membuka wawasan demi memahami sudut pandang negosiasi yang mungkin berbeda dari konsepsi yang selama ini dimiliki.

Terdapat tiga sesi diskusi dengan topik yang berbeda yang selanjutnya diikuti dengan simulasi roleplay. Topik diskusi berkisar dari struktur negosiasi, perubahan cara pandangan dan studi kasus.

Pendekatan “perubahan cara pandang” menjadi menu utama dalam pelatihan ini. Pada umumnya seorang negosiator memandang sesuatu perkara dari sudut pandang peraturan perundang-undangan yang menitik beratkan pada perihal benar dan salah, hitam diatas putih. Dengan metode roleplay, setiap peserta diajak untuk keluar dari cara pandang demikian dan merubahnya perlahan ke cara pandang yang netral atau imparsial dan mengedepankan proses musyarawah dalam menyelesaikan sengketa dalam sistem hukum Indonesia.

Sementara itu, materi-materi lain yang diberikan pada pelatihan ini juga secara berkesinambungan menguatkan penerapan ketrampilan seorang negosiator seperti bertanya dan merumuskan permasalahan ataupun agenda. Diharapkan setelah mengikuti pelatihan ini, peserta secara individu mampu untuk melakukan negosiasi yang efektif berdasarkan kebutuhan, tidak sekedar berdasar keinginan. Ketrampilan yang mana juga bermanfaat bagi penanganan konflik internal.

Pelatihan ditutup oleh Direktur Eksekutif PMN, Fahmi Shahab dan perwakilan dari CRU, Laras Novalia.


Keterangan foto: Peserta pelatihan negosiasi untuk korporasi yang diselenggarakan oleh CRU pada tanggal 31 Oktober – 2 November 2017 berfoto pada saat penutupan acara. Kredit foto: Ginanjar/CRU.